Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum kembali mempertemukan inventor dengan dunia industri dalam hari kedua Innovation Pitching Day sebagai bagian dari Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada 8 Oktober 2026 di Gedung DJKI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para inventor untuk memperkenalkan hasil penelitian dan invensinya kepada industri sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Kepala Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan pada Direktorat Paten, DTLST dan Rahasia Dagang, Rifan Fikri, mengatakan Innovation Pitching Day merupakan salah satu upaya DJKI mempertemukan hasil penelitian dalam negeri dengan kebutuhan industri. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi inventor untuk mengembangkan invensinya melalui kerja sama dengan mitra yang sesuai.
“Kami ingin membuka akses bagi industri untuk melihat dan mengenal paten-paten hasil penelitian dalam negeri yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Harapannya, melalui pertemuan ini semakin banyak paten yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi industri maupun masyarakat,” ujar Rifan.
Pada hari kedua, sejumlah inventor mempresentasikan invensi dari bidang pertahanan dan keamanan, pangan dan pertanian, serta obat-obatan dan kosmetik. Beragam invensi tersebut menunjukkan potensi hasil penelitian dalam negeri untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor melalui dukungan dan kolaborasi dengan mitra yang tepat.
Salah satu invensi yang dipresentasikan adalah Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Menggunakan Multi Sensor dengan Topologi Bintang karya Erna Alimudin dari Politeknik Negeri Cilacap. Sistem tersebut memanfaatkan sejumlah sensor pada titik pengamatan aliran sungai untuk memantau kondisi dan memberikan informasi berupa kondisi aman maupun peringatan bahaya banjir kepada masyarakat dan pihak terkait.
“Harapannya, sistem ini dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi kondisi sungai dan peringatan banjir dengan lebih cepat. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih waspada dan pemerintah setempat dapat lebih siap dalam menghadapi potensi banjir,” ujar Erna.
Dari sisi industri, perwakilan PT Kimia Farma Muhammad Jasrif Teguh menilai Innovation Pitching Day menjadi sarana penting untuk mempertemukan perkembangan riset dengan kebutuhan industri. Ia menyebutkan, terdapat satu hingga dua invensi yang menarik untuk dijajaki lebih lanjut dengan mempertimbangkan kesesuaian teknologi dan kebutuhan perusahaan.
“Perlu ada konektivitas antara dunia industri dan perkembangan riset terkini, sehingga teknologi-teknologi terbaru bisa menjadi input bagi industri,” ujar Jasrif.
Ia menambahkan, perlindungan paten menjadi aspek penting dalam membangun kerja sama antara inventor dan industri karena memberikan kepastian terhadap produk, teknologi, maupun metode yang dikembangkan. Menurutnya, paten yang ditawarkan kepada industri juga perlu dikurasi berdasarkan kesiapan teknologi dan kesesuaiannya dengan kebutuhan industri agar peluang pemanfaatannya semakin terbuka.
Melalui Innovation Pitching Day, DJKI mendorong agar hasil penelitian yang telah mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual dapat dilanjutkan ke tahap pengembangan dan pemanfaatan. Pertemuan antara inventor dan industri diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hilirisasi paten sekaligus menciptakan nilai tambah bagi inventor, industri, dan masyarakat.
Aroma harum kopi arabika langsung menyeruak begitu biji kopi hitam itu diseduh. Dari balik cangkir yang mengepul, ada sebuah perjalanan panjang sejauh ribuan kilometer perjalanan yang membawa sebungkus kopi dari pelosok pegunungan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, hingga mendarat di meja-meja penikmat kopi di Inggris, Jerman, China, hingga Malaysia.
Selasa, 28 Juli 2026
Bagi sebagian orang, sensasi “berpasir” seolah sudah menjadi ciri khas buah sawo. Namun, anggapan itu tidak berlaku bagi Sawo Sukatali Sumedang. Ketika matang, daging buahnya justru halus, nyaris tanpa serat.
Minggu, 19 Juli 2026
Tim Pengawas Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menyusuri Kabupaten Karangasem, Bali, untuk memantau tiga produk Indikasi Geografis, yakni Tenun Gringsing Bali, Mete Kubu Bali, dan Salak Sibetan Karangasem Bali. Pengawasan yang dilakukan selama 13–17 Juli 2026 ini berlangsung di Kabupaten Karangasem.
Sabtu, 18 Juli 2026