Layanan Konsultasi dan Asistensi DJKI Hadir di IFBC Expo 2026

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum akan membuka booth layanan Kekayaan Intelektual dalam ajang Info Franchise dan Business Concept (IFBC) Expo 2026 yang digelar pada 13 - 15 Februari 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Kehadiran DJKI pada pameran bisnis dan waralaba tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan merek kepada pelaku usaha, khususnya UMKM dan calon franchisor atau pemilik bisnis.

Melalui booth layanan ini, DJKI menyediakan konsultasi langsung terkait pendaftaran merek, penelusuran merek, hingga asistensi pengajuan permohonan secara elektronik. Layanan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha memahami pentingnya pelindungan merek sebagai fondasi dalam membangun reputasi dan memperluas jaringan bisnis.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan dan Edukasi Kekayaan Intelektual, Aulia Andriani Giartono menyampaikan, momentum pameran waralaba menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap perlindungan hukum atas identitas bisnis mereka.

“IFBC merupakan ajang yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor. Di titik inilah pelindungan merek menjadi krusial, karena merek adalah identitas sekaligus aset yang menentukan keberlanjutan dan daya saing usaha,” ujar Aulia dalam wawancara di Kantor DJKI pada Kamis, 12 Februari 2026.

Aulia menambahkan, banyak pelaku usaha yang telah mengembangkan model bisnis dan jaringan kemitraan, tetapi belum memastikan mereknya terlindungi secara hukum. Melalui layanan konsultasi dan asistensi di lokasi pameran, DJKI berharap proses pendaftaran merek dapat dipahami dengan lebih mudah dan dilakukan secara tepat sejak awal.

Selain konsultasi, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai tahapan pemeriksaan merek, estimasi waktu layanan, hingga strategi pelindungannya untuk ekspansi usaha. Petugas DJKI akan mendampingi secara langsung, termasuk membantu simulasi pendaftaran melalui sistem daring DJKI.

Partisipasi DJKI dalam IFBC Expo 2026 sekaligus memperkuat komitmen untuk mendorong ekosistem bisnis yang tertib hukum dan berbasis kekayaan intelektual. Pelaku usaha dan masyarakat umum yang membutuhkan informasi maupun pendampingan pendaftaran merek dapat mengunjungi Booth Layanan Kekayaan Intelektual DJKI di Hall 1 ICE BSD selama pameran berlangsung.



TAGS

#KI Umum

LIPUTAN TERKAIT

Mandi Syafar, dari Ritual ke Warisan Komunal Terlindungi

Air mengalir pelan, doa dilafalkan dalam sunyi, dan kebersamaan terjalin tanpa banyak kata. Begitulah suasana Mandi Syafar setiap bulan Syafar (bulan kedua dalam kalender Hijriah Islam) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Ritual adat ini telah hidup ratusan tahun dalam keseharian masyarakat Melayu Lingga. Bukan sebagai pertunjukan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri. Sejak 2019, ritual yang tumbuh dari ingatan kolektif tersebut telah diwariskan sebagai komunal yang terlindungi secara hukum.

Minggu, 8 Februari 2026

Sagu Meranti, Ketahanan Pangan dari Riau

Deretan batang sagu tersusun rapi di bawah bangunan kayu sederhana. Setiap batang bukan hasil kerja semusim, melainkan buah kesabaran bertahun-tahun. Di Kepulauan Meranti, Riau, sagu tidak hadir sebagai pangan cepat saji, tetapi sebagai hasil dari proses panjang yang terus diulang dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sabtu, 7 Februari 2026

Tenun Toraja Menutup Tahun dengan Pengakuan Negara

Di Pasar Seni Makale suara musik dan langkah pengunjung bercampur dengan cerita lama yang kembali menemukan tempatnya. Di antara warna-warni kain yang digelar, empat Tenun Toraja resmi menutup tahun dengan kabar baik: negara mencatatkannya sebagai potensi indikasi geografis. Bagi para pengrajin, ini bukan sekadar sertifikat ini pengakuan atas kerja sunyi yang diwariskan dari ibu ke anak, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Rabu, 31 Desember 2025

Selengkapnya