Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia menggelar acara "munggahan" dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat DJKI Lt. 10 pada Selasa, 25 Februari 2025.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu dalam sambutannya mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah, manusia diciptakan untuk tujuan besar sebagai musafir dalam perjalanan menuju akhirat. Seperti perjalanan jauh yang membutuhkan bekal, perjalanan menuju akhirat pun memerlukan persiapan yang matang.
“Bekerja adalah ibadah yang dapat mendatangkan banyak pahala khususnya di bulan suci Ramadan, maka dari itu berpuasa bukan menjadi penghalang untuk kita bermalas-malasan, maka diperlukan persiapan lebih awal agar tetap produktif”, tutur Razilu.
Lebih lanjut, Razilu turut membagikan kiat-kiat bekerja secara maksimal di bulan Ramadan yaitu memperbanyak doa dari pagi hingga sore, serta mengurangi interaksi dengan gadget, dan lebih banyak berinteraksi dengan mushaf Al-Qur’an.
Dalam acara tersebut, diberikan juga siraman rohani mengenai ibadah dan persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Dengan adanya ceramah ini semoga dapat meningkatkan kualitas keimanan khususnya bagi para pegawai di Lingkungan DJKI.
“Ramadan adalah hadiah agung dari Allah, bukan sekadar bulan biasa melainkan bulan yang penuh dengan rahmat. Salah satu amalan utama yang dilakukan adalah Puasa. Seorang muslim dalam berpuasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari kebohongan, perdebatan, dan pertengkaran”, jelas Razilu.
Selain itu, Razilu berharap bulan Ramadan juga dapat menjadi media menumbuhkan motivasi dan melatih kedisiplinan untuk meningkatkan etos kerja dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Sebagai informasi, acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan tinggi pratama, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), pejabat manajerial dan non manajerial, pejabat fungsional di lingkungan DJKI, serta perwakilan pegawai DJKI pada masing-masing direktorat. (SGT/DAW)
Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus mengakselerasi persiapan menuju status International Searching Authority (ISA) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sistem pendukung. Upaya ini dibahas dalam rapat lanjutan yang dipimpin Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, pada 2 April 2026 di Gedung DJKI.
Kamis, 2 April 2026
Upaya memperkuat pelindungan aset kekayaan intelektual (KI) di Pulau Dewata kian menunjukkan hasil yang signifikan. Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, secara simbolis menyerahkan 146 sertifikat kekayaan intelektual dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, pada Rabu 1 April 2026.
Rabu, 1 April 2026
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Hermansyah Siregar menegaskan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual (KI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan Temu Wicara mengenai Hak Kekayaan Intelektual dan Manajemen Usaha di Bali, Rabu (01/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat daya saing UMKM melalui pemanfaatan dan pelindungan KI secara optimal.
Rabu, 1 April 2026