Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus menanamkan budaya sadar kekayaan intelektual (KI) kepada generasi muda melalui kegiatan Pembelajaran Kreatif bagi Mahasiswa Magang di lingkungan DJKI. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Lantai 6 pada Senin, 23 Februari 2026.
Kepala Subdirektorat Pemberdayaan dan Edukasi DJKI, Aulia Andriani Giartono, dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa magang tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran administratif. Mereka juga diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dan dunia profesional.
“Di era ekonomi kreatif dan transformasi digital, kekayaan intelektual bukan lagi sekadar konsep hukum, melainkan aset strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Setiap karya yang lahir dari kreativitas memiliki potensi untuk dilindungi dan memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik,” ujar Aulia.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemeriksa Merek Ahli Madya Yustina Linasari memberikan materi dengan pendekatan active learning berbasis kreasi. Metode ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai KI, baik dari sisi konseptual maupun praktis, sekaligus mendorong mahasiswa lebih aktif mengidentifikasi potensi KI dari setiap ide dan inovasi.
Dalam pemaparannya, Yustina menjelaskan bahwa kekayaan intelektual mencakup berbagai bentuk pelindungan hukum atas hasil olah pikir manusia, mulai dari merek, paten, desain industri, hak cipta, indikasi geografis, hingga rahasia dagang. Setiap jenis KI memiliki karakteristik dan ruang lingkup pelindungan yang berbeda sehingga perlu dipahami secara tepat.
“Pelindungan kekayaan intelektual bukan sekadar aspek administratif, melainkan bentuk penghargaan terhadap proses berpikir dan kreativitas. Tanpa pelindungan, karya dan inovasi berisiko ditiru atau dimanfaatkan tanpa izin, sehingga dapat mengurangi nilai ekonomi serta pengakuan bagi penciptanya,” jelas Yustina.
Lebih lanjut, Aulia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek etika dalam pemanfaatan karya, termasuk risiko pelanggaran dan urgensi perlindungan hukum. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mengenali jenis-jenis KI, tetapi juga memahami mekanisme pelindungan serta pentingnya menghargai setiap inovasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DJKI dalam membangun ekosistem inovasi yang sehat dan berdaya saing, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa setiap ide dan kreasi memiliki nilai serta berhak mendapatkan pelindungan hukum yang memadai.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus mematangkan penyusunan Rancangan Peraturan Menteri Hukum (Permenkum) tentang Tata Kelola Royalti di Bidang Hak Cipta. Hal ini masih dilakukan sebagai upaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan para pencipta melalui sistem royalti yang lebih transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Senin, 7 September 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menyosialisasikan pelaksanaan Indonesia Patent Awards 2026 kepada konsultan kekayaan intelektual (KI) dalam pertemuan daring pada 3 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan mekanisme dan kategori penghargaan yang akan diberikan dalam ajang apresiasi paten tersebut.
Kamis, 3 September 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum mendorong peningkatan kesadaran perempuan untuk melakukan deteksi dini dan vaksinasi sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Upaya tersebut dilakukan melalui seminar kesehatan bertema “Sayangi Dirimu: Deteksi Dini dan Vaksinasi untuk Hidup Lebih Sehat, Perempuan Berdaya, Bebas Kanker Serviks” yang digelar di Aula Niko Kansil, Lantai 8 Gedung DJKI, Selasa, 1 September 2026.
Selasa, 1 September 2026
Jumat, 11 September 2026
Kamis, 10 September 2026
Kamis, 10 September 2026