DJKI Buka Jalan Internet of Things ke Pasar Industri Melalui FBPI

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mendorong pengembangan inovasi dan pemanfaatan kekayaan intelektual melalui Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JCC), Selasa, 3 November 2026. Forum ini mempertemukan pelaku industri dengan inventor dan inovator untuk membuka peluang kolaborasi serta pengembangan teknologi sesuai kebutuhan industri.

General Manager Technology And Commercial PT Sigma Cipta Utama Nurul Amri, memperkenalkan pengembangan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung kebutuhan industri energi. Perusahaan tersebut mengembangkan solusi pengelolaan data dan operasional, mulai dari pemantauan perangkat di lapangan hingga pengolahan data.

Pengembangan teknologi tersebut, menurut PT Sigma Cipta Utama, masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan pengguna, kesesuaian teknologi dengan kebutuhan industri, model bisnis, ekosistem, hingga keamanan data. Teknologi yang dikembangkan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna agar dapat diterapkan dan dikomersialisasikan secara efektif.

“Kadang-kadang kita menyiapkan sebuah solusi atau teknologi yang kurang matching dengan kebutuhan langsung di industri,” ujarnya.

Peluang kolaborasi juga dibuka oleh Telkomsel melalui pengembangan teknologi 5G, kecerdasan buatan (AI), dan IoT. Telkomsel mengajak akademisi, praktisi profesional, inovator, dan inventor untuk bersama-sama mencari solusi atas kebutuhan yang berkembang di berbagai sektor industri.

“Saya di sini akan mengajak para akademisi, praktisi profesional, inovator, dan inventor untuk bisa bersama-sama dengan Telkomsel memecahkan masalah yang ada saat ini dan juga ke depannya,” kata Vice President Technology Strategy and Consumer Product Development Ari Sudewo .

Sementara itu, PT Surya Energi Indotama memperkenalkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk hybrid controller dan energy intelligence platform. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mengoptimalkan pengelolaan energi melalui pemantauan, analisis, prediksi, dan rekomendasi berbasis data.

Selain teknologi energi, PT Metaverse Indonesia Makmur memperkenalkan Nusa Meta yang memanfaatkan blockchain untuk mendukung ekonomi kreator. Perusahaan tersebut juga mengembangkan konsep open intellectual property (IP) melalui konten edukasi yang diperkenalkan kepada sekolah-sekolah.

Sekretaris Tim Kerja Sistem Manajemen Mutu Paten DJKI Faisal Syamsuddin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mempertemukan talenta dan membuka peluang inovasi di Indonesia. Ia menilai talenta Indonesia memiliki potensi untuk bersaing secara global sehingga kekayaan intelektual perlu ditempatkan sebagai aset yang harus dilindungi.

“Mudah-mudahan acara seperti ini terus berlangsung. Kita punya talenta luar biasa yang bisa bersaing secara global,” ujar Faisal.

Faisal menambahkan bahwa penguatan kekayaan intelektual perlu berjalan seiring dengan upaya membangun budaya inovasi. Menurutnya, perlindungan terhadap kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi agar dapat terus berkembang dan memberikan nilai bagi industri maupun masyarakat.

 



TAGS

#Paten

LIPUTAN TERKAIT

Merek Terdaftar, Kopi Malotong Sukses Tembus Pasar Global

Aroma harum kopi arabika langsung menyeruak begitu biji kopi hitam itu diseduh. Dari balik cangkir yang mengepul, ada sebuah perjalanan panjang sejauh ribuan kilometer perjalanan yang membawa sebungkus kopi dari pelosok pegunungan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, hingga mendarat di meja-meja penikmat kopi di Inggris, Jerman, China, hingga Malaysia.

Selasa, 28 Juli 2026

Mengkal di Luar, Manis dan Lembut di Dalam. Kenalan Yuk dengan Sawo Sukatali

Bagi sebagian orang, sensasi “berpasir” seolah sudah menjadi ciri khas buah sawo. Namun, anggapan itu tidak berlaku bagi Sawo Sukatali Sumedang. Ketika matang, daging buahnya justru halus, nyaris tanpa serat.

Minggu, 19 Juli 2026

Pengawasan Tiga Indikasi Geografis di Bali: Menjaga Warisan, Menguatkan Nilai Ekonomi Masyarakat

Tim Pengawas Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menyusuri Kabupaten Karangasem, Bali, untuk memantau tiga produk Indikasi Geografis, yakni Tenun Gringsing Bali, Mete Kubu Bali, dan Salak Sibetan Karangasem Bali. Pengawasan yang dilakukan selama 13–17 Juli 2026 ini berlangsung di Kabupaten Karangasem.

Sabtu, 18 Juli 2026

Selengkapnya