Dampingi Inventor Sulawesi Utara, DJKI Beri Edukasi Penyelesaian Substantif Paten

Manado - Inventor Indonesia dari berbagai perguruan tinggi atau pelaku UMKM pada kenyataannya belum terlalu banyak memberikan pelindungan atas temuan dan penelitiannya seperti inventor di negara lain. Hal tersebut dikarenakan minimnya informasi dan edukasi tentang tata cara pengajuan dan pendaftaran paten, khususnya pada saat menyempurnakan dokumen permohonan paten pada tahap awal.  

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) berkolaborasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara mengadakan kegiatan Workshop Penyelesaian Substantif Paten Pengelolaan Pasca Pendaftaran Paten dengan Perguruan Tinggi/Litbang/Pelaku Usaha di Hotel Four Points Manado dari tanggal 4 Juli s.d 7 Juli 2022.



Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Pertama Bidang Akademik Universitas Sam Ratulangi Grevo S. Gerung mengungkapkan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan workshop pendampingan permohonan paten.

“Saya berterima kasih karena hari ini kita bisa merasakan hal yang sama dengan tahun lalu karena adanya pendampingan dan yang berhubungan dengan permohonan paten. Saya ingat ketika pulang dari studi tahun 2001 diundang oleh Kemendikbud untuk belajar bagaimana seorang inventor harus membuat dokumen untuk dijadikan paten di Surabaya. Dengan berbagai kesibukan hingga saya lupa namun akhirnya jadi juga sertifikat tersebut,” ucapnya.

“Tahun lalu dengan adanya kegiatan ini tiba-tiba whatsapp saya penuh dengan 24 sertifikat, biasalah laporan bahwa permohonan paten telah diterima, dan ternyata ini adalah permohonan tahun lalu. Jadi memang percepatan itu perlu,” lanjutnya.

Grevo pun menjelaskan bahwa sumber daya alam dan kemampuan otak cara berpikir orang Indonesia sangat pintar, tetapi kurang dalam prakteknya. Jika dibandingkan dengan negara lain, setiap karyawan pada perusahaan dituntut untuk menghasilkan suatu paten. Menurutnya, merawat paten yang telah keluar merupakan hal sulit, akan tetapi lebih sulit lagi ketika seorang inventor mau atau tidak menghasilkan paten. 



Berdasarkan apa yang telah disampaikan Grevo, Kepala Divisi Administrasi Jonny Pesta Simamora, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara menyampaikan kepeduliannya bahwa Negeri Nyiur Melambai digugah untuk lebih memasyarakatkan atau membumikan hasil penelitian tersebut. 

“Kami di Kemenkumham sesuai dengan porsinya mendorong supaya semakin banyak inventor atau temuan-temuan terdaftar. Setelah terdaftar masuk dalam tahap sertifikat yang perlu dibumikan supaya inventor banyak mendapatkan penghasilan karena semua itu juga ada dalam skema bisnis yang menghasilkan dengan jumlah dan proporsinya masing-masing.” pungkasnya.

Jonny berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi peserta workshop, khususnya guna tersampaikannya maksud dan tujuan serta tercapainya pemahaman dari peserta terkait penyelesaian substantif dalam permohonan paten.

“Workshop ini merupakan salah satu program unggulan DJKI yang telah dicanangkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI yaitu Transformasi Kualitas Pelayanan Publik yang berintegritas dengan DJKI aktif mendengar untuk memberi solusi,” terang Jonny.

“Output yang diharapkan dari workshop ini adalah tersedianya dokumen permohonan paten yang sudah tersusun dengan baik,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Klasifikasi dan Penelusuran Paten Stephanie V.Y Kano menyampaikan laporan bahwa peserta kegiatan ini berjumlah 29 (dua puluh sembilan) pemohon penyelesaian substantif paten dan 15 (Lima Belas) pemohon drafting paten yang terdiri dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) / Sentra Kekayaan Intelektual (KI) dan para Pelaku Usaha di Sulawesi Utara dan dihadiri juga oleh Pemeriksa Paten dari lintas berbagai bidang disiplin ilmu yakni, Elektro, Kimia, Farmasi, Biologi, Mekanik.



Sebagai tambahan informasi, dalam pembukaan workshop ini DJKI juga menyerahkan 2 (dua) sertifikat paten kepada inventor lokal asal Sulawesi Utara yang diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Administrasi Jonny Pesta Simamora, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara bersama dengan Koordinator Klasifikasi dan Penelusuran Paten Stephanie V.Y Kano. (uh/daw)





TAGS

#Paten

LIPUTAN TERKAIT

KBP Tolak Satu dan Terima Satu Banding Paten

Jakarta – Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menggelar sidang terbuka untuk membacakan putusan atas dua permohonan banding paten pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Ruang Sidang Komisi Banding Paten, Lantai 7, Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Jakarta Selatan.

Kamis, 22 Oktober 2026

DJKI Himpun Masukan Publik untuk Penyempurnaan RIKIN 2027–2036

Semarang - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum menyelenggarakan Uji Publik Program Penyusunan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional (RIKIN) Tahun 2027–2036 di Hotel Ciputra Semarang pada Rabu 21 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan pemangku kepentingan untuk menyempurnakan arah kebijakan dan ekosistem kekayaan intelektual (KI) nasional untuk sepuluh tahun ke depan.

Rabu, 21 Oktober 2026

Dari Inovasi Menuju Pemanfaatan, Innovation Pitching Day Berlanjut di Hari Kedua

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum kembali mempertemukan inventor dengan dunia industri dalam hari kedua Innovation Pitching Day sebagai bagian dari Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada 8 Oktober 2026 di Gedung DJKI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para inventor untuk memperkenalkan hasil penelitian dan invensinya kepada industri sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam negeri.

Kamis, 8 Oktober 2026

Selengkapnya