138 Produk Indikasi Geografis Nasional dan Internasional Dipamerkan di Shangrila Jakarta

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menggelar Pameran Indikasi Geografis Nasional pada 12-13 Juni 2024 di Shangrila Hotel. Pada pameran ini, masyarakat dapat melihat dan berbelanja produk indikasi geografis baik dari dalam negeri maupun manca negara.

Tidak hanya itu, pameran ini juga memberikan kesempatan edukasi kepada masyarakat tentang ragam produk indikasi geografis. Masyarakat dapat mempelajari kualitas, reputasi, hingga cerita sukses para produsen produk indikasi geografis dengan mengikuti Business Talks.

“Pameran ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkenalkan produk-produk indikasi geografis terdaftar baik nasional maupun dari Uni Eropa serta membangun komitmen bersama untuk mendukung Tahun 2024 sebagai Tahun Indikasi Geografis,” ujar Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Min Usihen pada 12 Juni 2024, di Shangri-la Hotel, Jakarta.

Produk indikasi geografis nusantara yang dipamerkan mulai dari komoditas kelautan dan pertanian, rempah, perternakan dan kehutanan, kopi, dan kerajinan tangan dari 138 produk nasional. Tidak hanya itu, terdapat 15 produk komoditas s champagne, whiskey, hingga keju dari Uni Eropa. 

Salah satu peserta pameran, Muharar - Sekretaris Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Mutiara Lombok menyampaikan bahwa pameran ini merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk pihaknya untuk mengenalkan produknya secara langsung sekaligus berjualan. Apalagi, DJKI juga memberikan tempat yang luas bagi sesama MPIG untuk berdiskusi mengenai isu-isu kekayaan intelektual terkini. 

“Saya sering menghadiri berbagai pameran yang diselenggarakan oleh dinas maupun kementerian, tetapi kali ini kami mendapatkan kesempatan untuk berpameran langsung di kementerian pemangku kami sehingga kami bisa sekaligus menunjukkan mutu produk kami yang masih terjaga,” ujarnya. 

Sebagai informasi, Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Tanda yang digunakan sebagai Indikasi Geografis dapat berupa etiket atau label yang dilekatkan pada barang yang dihasilkan. Tanda tersebut dapat berupa nama tempat, daerah, atau wilayah, kata, gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut. DJKI telah mencanangkan 2024 sebagai Tahun Indikasi Geografis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelindungan indikasi geografis dalam menumbuhkan ekonomi dari daerah.

Masyarakat yang memberikan dukungan pada pameran ini dengan melakukan transaksi berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari DJKI selama persediaan masih ada. Daftarkan diri Anda untuk dapat menghadiri pameran ini di bit.ly/DaftarPameranKI.



LIPUTAN TERKAIT

Jaga Warisan Lewat Indikasi Geografis

Lukisan Kamasan merupakan salah satu Indikasi Geografis dari Desa Kamasan, Provinsi Bali, yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Lukisan tersebut sudah ada sejak zaman kerajaan dan sampai saat ini masih dijaga kelestariannya. Hal tersebut disampaikan oleh Gede Weda Asmara selaku Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Lukisan Kamasan Bali dalam Podcast Obrolan Kreatif dan Inovatif Kekayaan Intelektual (OKE KI) dalam gelaran INACRAFT 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Minggu, 9 Februari 2025.

Minggu, 9 Februari 2025

Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

Di sebuah galeri sederhana yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, deretan Tenun Buna Insana terpajang bak lukisan yang merangkai kisah kehidupan. Motif-motif berbentuk pengait menyerupai huruf Z berbicara dalam keheningan, menyampaikan warisan leluhur yang dijaga dengan penuh cinta dan ketekunan oleh mama-mama setempat. Di setiap helaian benang yang tersulam, ada peluh, doa, dan cerita tentang harapan.

Senin, 23 Desember 2024

DJKI Serahkan Sertifikat IG Kopi Robusta Merapi Sleman, Dorong Produk Lokal Mendunia

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Razilu menyerahkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Robusta Merapi Sleman kepada Bupati Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo pada Kamis, 19 Desember 2024, di Lapangan Pemerintah Daerah Sleman.

Kamis, 19 Desember 2024

Selengkapnya