Banda Aceh - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM terus mengoptimalkan upaya proaktif dalam membangun sistem pelindungan kekayaan intelektual (KI) di Indonesia. Untuk bidang paten, salah satu program unggulan DJKI tahun ini adalah Patent One Stop Service (POSS) yang akan dilaksanakan di 33 provinsi.
Salah satu rangkaian kegiatan POSS ialah asistensi permohonan paten. Mohammad Zainudin selaku Pemeriksa Paten Ahli Utama mengatakan kegiatan POSS bertujuan mempertemukan pemeriksa dengan inventor. Kebanyakan para inventor selama ini merasa bagian yang paling sulit ialah drafting, terutama terkait klaim paten.
“Banyak kendala dan ketakutan inventor membuat drafting paten. Ternyata kalau sudah diberi tahu oleh pemeriksa, banyak ide baru tercipta untuk membuat invensi lainnya,” kata Zainudin.
Zainudin berharap hal positif ini tidak hanya berlangsung ketika kegiatan ini saja. Ia meminta bantuan Sentra KI di tiap perguruan tinggi terus membantu menjadi perpanjangan tangan dan fasilitas untuk memudahkan permohonan paten.
“Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi stimulus agar para inventor lebih bersemangat menciptakan invensi baru. Kami juga harapkan peserta yang sudah mendapatkan informasi melakukan drafting, akan membantu mengedukasi rekan inventor lainnya,” tambah Zainudin.
Dessy Emril selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan POSS yang diadakan di Aceh ini. Ia berencana akan mendaftarkan dua permohonan paten. Namun belum memiliki pengalaman dalam membuat drafting paten. Sehingga ia merasa bersemangat menghadiri kegiatan ini.
“Karena ini adalah pengalaman pertama saya membuat permohonan paten, saya ingin langsung didampingi untuk membuat drafting paten. Ketika mengetahui ada kegiatan POSS, saya langsung mendaftar,” tutur Dessy.
Sebagai dosen, banyak penelitian yang ia ciptakan butuh kegiatan pendampingan. Dessy merasa sosialisasi itu penting untuk inventor atau calon inventor. Ia menilai, dengan DJKI melibatkan institusi pendidikan itu baik sekali, karena sebagian besar paten dihasilkan dari institusi pendidikan.
“Dengan adanya kegiatan ini kami terfasilitasi untuk bertanya sehingga ini sangat membantu kami meminimalisir kesalahan. Semoga acara seperti ini terus ada,” kata Dessy.
Pihak perguruan tinggi banyak menghasilkan teknologi tepat guna yang bernilai ekonomis. Ditambah lagi generasi muda saat ini berfikir out of the box dalam menyelesaikan masalah. Potensi inilah yang harus dimanfaatkan.
“Kami harapkan setelah ini, bukan lagi perihal drafting, namun bagaimana komersialisasi paten,” pungkas Zainudin.
Saat ini kegiatan POSS di Provinsi Aceh tengah berlangsung sejak 14 sampai dengan 16 Mei 2024. Sebanyak 21 sertifikat paten diserahkan pada kegiatan POSS di Aceh ini.
Seluruh rangkaian kegiatan POSS merupakan wujud keseriusan DJKI dalam menggali potensi dan memberikan solusi atas pertanyaan atau kendala inventor dan calon inventor di seluruh wilayah di Indonesia. (DES/SYL)
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menggelar audiensi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) pada Senin, 25 Maret 2025 di Gedung DJKI, Lantai 10. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu dan diikuti oleh Direktur Jenderal AHU Widodo, dan para pimpinan tinggi pratama di lingkungan DJKI dan Ditjen AHU
Senin, 24 Maret 2025
Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Sesditjen KI) Andrieansjah menghadiri Seminar Kekayaan Intelektual yang diinisiasi Universitas Pelita Harapan pada 21 Maret 2025. Mengusung tema "Tanggung Jawab Notaris dalam Pembuatan Akta Kekayaan Intelektual: Tantangan dan Perkembangan Regulasi di Indonesia di Era Teknologi dan Digitalisasi Kekayaan Intelektual", Andrieansjah memberikan pemaparan materi tentang pelindungan dan kepastian hukum terhadap KI.
Jumat, 21 Maret 2025
Sebanyak 1.160 ASN dari empat kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mengikuti program Mudik Bersama dengan tema "Mudik Aman Sampai Tujuan" pada Jumat, 21 Maret 2025.
Jumat, 21 Maret 2025