Malang - Dalam rangka peningkatan dan penguatan layanan publik kekayaan intelektual (KI) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar kegiatan DJKI Mendengar pada Jumat, 15 Desember 2023 di Graha Tirta Malang, Jawa Timur.
Malang memiliki potensi KI yang besar karena selain banyaknya destinasi wisata, Malang juga merupakan kota pendidikan karena memiliki banyak guru dan siswa yang unggul sehingga karya tulis dan invensinya harus didorong untuk dilindungi KI-nya.
Adapun pendaftaran KI di Malang terus meningkat setiap tahunnya. Permohonan hak cipta telah mencapai sejumlah 5.002 permohonan di tahun 2022 dan meningkat di angka 5.161 di tahun 2023. Hal ini merupakan sinyal positif untuk dapat meningkatkan ekonomi daerah.
“Pelindungan KI sangat penting karena selain melindungi kreativitas dan menjamin legalitas, pelindungan KI mampu mendukung komersialisasi sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN),” ujar Sekretaris DJKI, Sucipto.
“Salah satu indikator negara maju adalah negara yang memanfaatkan KI secara penuh dan memaksimalkannya, jadi kita harus bersinergi mengoptimalkan potensi KI untuk dilindungi khususnya di Malang yang sangat berpotensi,” lanjutnya.
Sucipto mengatakan bahwa pada era digitalisasi seperti saat ini, aspek pelindungan KI harus sejalan dengan sistem perdagangan global yang tanpa batas. Untuk itu, penting bagi pelaku usaha, kreator, inventor dan pegiat KI untuk memahami urgensi pelindungan KI.
Pada kesempatan yang sama Sucipto juga mengajak para pelaku usaha yang belum mendaftarkan mereknya untuk segera didaftarkan. “Setelah merek terdaftar artinya pemohon sudah memiliki hak eksklusif sehingga tidak ada pihak lain yang bisa meniru dan menggunakan merek terdaftar tersebut tanpa izin,” kata Sucipto.
Oleh karena itu, sebelum melakukan produksi dan pemasaran yang masif, penting bagi pelaku usaha untuk mendaftarkan mereknya terlebih dahulu guna menghindari adanya pelanggaran KI di kemudian hari.
DJKI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat secara langsung dengan memberikan kemudahan layanan permohonan KI yang saat ini bisa dilakukan secara online. Melalui kegiatan ini pula masyarakat yang hadir juga dapat langsung berdiskusi dengan narasumber ahli di bidang merek dan hak cipta.
Sebagai informasi, kegiatan DJKI Mendengar telah diselenggarakan di seluruh Indonesia sebanyak 32 kali pada tahun 2023. Kegiatan ini juga disambut baik oleh antusiasme masyarakat dan dihadiri oleh seribu peserta yang terdiri dari pegiat KI, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan akademisi di Kabupaten Malang. (CAN/VER)
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menggelar audiensi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) pada Senin, 25 Maret 2025 di Gedung DJKI, Lantai 10. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu dan diikuti oleh Direktur Jenderal AHU Widodo, dan para pimpinan tinggi pratama di lingkungan DJKI dan Ditjen AHU
Senin, 24 Maret 2025
Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Sesditjen KI) Andrieansjah menghadiri Seminar Kekayaan Intelektual yang diinisiasi Universitas Pelita Harapan pada 21 Maret 2025. Mengusung tema "Tanggung Jawab Notaris dalam Pembuatan Akta Kekayaan Intelektual: Tantangan dan Perkembangan Regulasi di Indonesia di Era Teknologi dan Digitalisasi Kekayaan Intelektual", Andrieansjah memberikan pemaparan materi tentang pelindungan dan kepastian hukum terhadap KI.
Jumat, 21 Maret 2025
Sebanyak 1.160 ASN dari empat kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mengikuti program Mudik Bersama dengan tema "Mudik Aman Sampai Tujuan" pada Jumat, 21 Maret 2025.
Jumat, 21 Maret 2025