Optimisme Peningkatan Kesadaran KI di Hari Film Nasional

Jakarta - Industri perfilman Indonesia dewasa ini menunjukan progres yang menggembirakan  pascapandemi Covid-19. Hal itu terbukti dengan kesuksesan beberapa film Indonesia yang mampu menarik jutaan penonton ke bioskop, contohnya film ‘KKN di Desa Penari’ yang meraup lebih dari 9 juta penonton.

Menurut Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Anggoro Dasananto pada saat wawancara yang dilakukan pada 30 Maret 2023 di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Jakarta dalam rangka Hari Film Nasional, saat ini filmmaker dan masyarakat terlihat saling membantu menumbuhkan kembali industri film Indonesia.

“Industri film sudah mulai menggeliat kembali, aktif kembali, shooting dengan bermunculan wajah - wajah baru juga, serta bermunculan naskah - naskah kreatif, dan soundtrack yang mewarnai industri film Indonesia,” kata Anggoro.

Selaras dengan itu, seorang aktor, penulis skenario, dan sutradara Indonesia Slamet Rahardjo juga menyampaikan bahwa sineas film Indonesia telah berusaha keras untuk membawa perfilman Indonesia di kesuksesan seperti saat ini.

“Kami terus berjuang satu tapak demi satu tapak dari awal kemerdekaan hingga saat ini. Tampaknya tahun ini kelihatan hasilnya. Film Indonesia sangat dicintai masyarakatnya,” ungkap Slamet.

Melihat bangkitnya kembali industri film Indonesia, Anggoro berharap hal ini bisa sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pelindungan kekayaan intelektual (KI) terhadap karya film. Tidak ada lagi masyarakat yang dengan mudah melakukan pembajakan, mengunduh, serta streaming film secara ilegal. 

“Kami DJKI juga terus berupaya untuk mendukung perfilman Indonesia dengan melakukan sosialisasi serta menggandeng insan perfilman dan mengedukasi masyarakat bahwa tindakan membajak film adalah tindakan tidak baik yang melanggar hukum,” tutur Anggoro. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan DJKI juga menggencarkan pencegahan pelanggaran kekayaan intelektual dengan menegakkan regulasi yaitu peraturan bersama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 14 Tahun 2015 dan Nomor 26 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Penutupan Konten dan/atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta dan/atau Hak Terkait dalam Sistem Elektronik.

“Adapun bagi pemilik KI jika mendapati adanya dugaan pelanggaran KI terhadap karyanya, dapat melaporkan ke Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa DJKI untuk selanjutnya dapat diproses secara hukum,” kata Anggoro. 

“DJKI akan memberikan rekomendasi kepada Kominfo untuk menutup situs-situs ilegal, misalnya. Ke depannya pun terdapat revisi untuk untuk Undang - Undang (UU) Hak Cipta yang akan kita perkuat dari sisi substansi digitalnya,” lanjutnya. 

Di kesempatan yang berbeda, seorang sutradara, produser, penulis skenario, sekaligus aktor Indonesia Hanung Bramantyo berharap bahwa dalam rangka Hari Film Nasional, masyarakat Indonesia bisa lebih mencintai film dan tidak lagi melakukan pembajakan.

“Buat saya film adalah kekayaan intelektual yang harus dijaga. Oleh karena itu, saya harap masyarakat dapat hargai kekayaan intelektual Indonesia. Jangan menonton film bajakan,” tutur Hanung. 

Lalu, bagaimana agar insan perfilman dapat hidup makmur sampai akhir hayat? 

Menurut Anggoro, hal ini kembali lagi ke personal masing - masing. Di UU Hak Cipta terdapat hak eksklusif milik pencipta dan pemegang hak cipta untuk hak ekonomi. Adapun upaya DJKI untuk membantu kesejahteraan para sineas maupun kreator lainnya adalah dengan menyediakan pencatatan hak cipta untuk melindungi karya - karya.

“Apabila karya film sudah dicatatkan ke DJKI, pencipta/pemegang hak dapat merasakan manfaatnya. Karena kini, melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif para kreator dapat memanfaatkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual atau intellectual property (IP),” terangnya.

Tujuan dari penerbitan PP No.24 Tahun 2022 tersebut memudahkan pelaku ekonomi kreatif mendapatkan sumber pembiayaan dari lembaga keuangan bank atau lembaga keuangan non-bank untuk permodalan.

"Dengan demikian, pembiayaan pelaku ekonomi kreatif dengan aspek yang memadai bisa dihadirkan pemerintah lalu direalisasi dan dieksekusi. Pada akhirnya hal ini akan merangsang pelaku industri kreatif untuk terus berkreasi," pungkasnya.

Sebagai penutup, DJKI mengucapkan selamat memperingati Hari Film Nasional tanggal 30 Maret 2023. Maju terus film Indonesia dan banggalah pada karya film-film anak bangsa serta cintailah perfilman Indonesia. (ver/kad)



TAGS

#Hak Cipta

LIPUTAN TERKAIT

DJKI Ikuti Perundingan Putaran Ketujuh dalam Persetujuan Kemitraan Ekonomi Indonesia - Kanada

Semarang - Indonesia dan Kanada sepakat untuk membuat kerja sama demi memajukan perekonomian kedua negara. Upaya kerja sama itu dirundingkan dalam Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang dimulai sejak 2021 hingga saat ini. Perundingan ekonomi ini menyangkut banyak bidang, termasuk kekayaan intelektual.

Senin, 4 Maret 2024

Alat Musik Tradisional Sebagai Potensi Indikasi Geografis

Indonesia kaya akan budaya termasuk alat musik tradisional yang beragam dan unik. Setiap daerah memiliki alat musik khasnya sendiri yang mencerminkan sejarah, tradisi dan kekayaan budaya setempat. Alat musik tradisional ini memiliki potensi besar untuk dilindungi dan dikembangkan sebagai Indikasi Geografis (IG).

Kamis, 29 Februari 2024

DJKI Libatkan Masyarakat dalam Perancangan Renstra 2025 - 2029

Palembang - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menilai penting adanya perspektif masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam pembuatan kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan kekayaan intelektual selama lima tahun mendatang. Oleh sebab itu, pihaknya menyelenggarakan kegiatan Penghimpunan Aspirasi Publik sebagai Rancangan Awal Rencana Strategis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Tahun 2025 – 2029 pada 28 - 29 Februari 2024 di Novotel Palembang - Hotel & Residence.

Rabu, 28 Februari 2024

Selengkapnya