Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menyelenggarakan Konsinyering Pembahasan Rancangan Perubahan Permenkumham Nomor 38 Tahun 2018 tentang Permohonan Paten pada 20 s.d 22 Agustus 2025 di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta. Kegiatan ini digelar untuk menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 65 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten dengan mengkaji materi muatan yang perlu diatur guna memperkuat sistem pelayanan paten di Indonesia.
Direktur Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang, Sri Lastami dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyempurnaan regulasi mengenai permohonan paten menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan publik di bidang kekayaan intelektual (KI).
“Layanan permohonan paten merupakan bagian dari sistem pelayanan hukum yang sangat penting dalam mendukung inovasi dan meningkatkan daya saing industri nasional. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama lamanya proses birokrasi yang menyebabkan banyak permohonan paten tertunda dan dianggap sebagai “dokumen tidur” yang seharusnya dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Lastami.
Ia menambahkan, melalui perubahan regulasi yang sedang dibahas, pemerintah berupaya menghadirkan mekanisme yang lebih cepat, transparan, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi para pemohon.
Lebih lanjut, Lastami menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 65 Tahun 2024 memperkenalkan mekanisme pemeriksaan substantif lebih awal. Mekanisme ini memungkinkan permohonan paten diperiksa segera setelah dokumen dinyatakan lengkap, sehingga hasil pemeriksaan dapat disampaikan tidak lama setelah masa publikasi berakhir.
Selain itu, diatur pula mekanisme pemeriksaan substantif kembali atau re-eksaminasi. Mekanisme ini memberikan kesempatan bagi pemohon untuk mengajukan pemeriksaan ulang apabila belum puas dengan keputusan sebelumnya, dengan menyertakan alasan atau amandemen klaim tertentu dalam jangka waktu sembilan bulan sejak keputusan diterima.
“Dengan adanya mekanisme pemeriksaan substantif lebih awal dan re-eksaminasi, kami berharap proses permohonan paten di Indonesia dapat berjalan lebih cepat sekaligus memberikan ruang keadilan bagi pemohon yang membutuhkan peninjauan ulang. Langkah ini merupakan bentuk reformasi pelayanan publik yang sejalan dengan prinsip good governance,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini akan dibahas secara mendalam mengenai substansi perubahan peraturan, mulai dari syarat dan tata cara permohonan, mekanisme pemeriksaan, hingga pengaturan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Harapannya melalui kegiatan ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi teknis yang terukur, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam pembangunan sistem paten di Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri oleh 70 Peserta ini terdiri dari Direktur Perancangan Peraturan Perundang-undangan, Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan, pemeriksa paten DJKI, serta konsultan kekayaan intelektual.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum kembali mempertemukan inventor dengan dunia industri dalam hari kedua Innovation Pitching Day sebagai bagian dari Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada 8 Oktober 2026 di Gedung DJKI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para inventor untuk memperkenalkan hasil penelitian dan invensinya kepada industri sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Kamis, 8 Oktober 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum melalui Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), dan Rahasia Dagang (RD) menggelar Innovation Pitching Day sebagai bagian dari rangkaian Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini mempertemukan inventor dengan pihak industri untuk mendorong pemanfaatan dan hilirisasi invensi di bidang Energi Baru Terbarukan, Pertahanan dan Keamanan, Obat dan Kosmetik, serta Pupuk dan Pertanian.
Rabu, 7 Oktober 2026
Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menggelar sidang terbuka untuk tiga permohonan banding paten yang diajukan oleh GENTING TAURX DIAGNOSTIC CENTRE SDN BHD dan Qualcomm Incorporated pada 6 Oktober 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Ketiga perkara tersebut masing-masing tercatat dengan Nomor Registrasi 32/KBP/X/2025, 43/KBP/X/2024, dan 44/KBP/X/2024.
Selasa, 6 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026