DJKI Terus Berupaya Melindungi dan Melestarikan Batik Indonesia

Jakarta - Batik Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009.

Pada tanggal tersebut ditetapkan pula menjadi Hari Batik Nasional. Dalam rangka melestarikan batik Indonesia dan mempertahankan status penetapan dari UNESCO, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengadakan pertemuan dengan stakeholder terkait pada Jumat, 21 Juli 2023 di gedung Eks Sentra Mulia, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual yang diwakili oleh Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Sri Lastami menjelaskan bahwa batik adalah budaya asli Indonesia dan motifnya sangat beraneka ragam.

“Ini menandakan bahwa Indonesia memiliki budaya yang sangat kaya. Batik tidak hanya bernilai seni, tetapi penuh dengan makna filosofis,” ujar Lastami.

“Saat ini UNESCO sedang mengevaluasi pengakuan warisan budaya batik. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan semua pihak untuk mempertahankan status dari UNESCO ini, pandangan mengenai batik sangat diterima agar Indonesia dapat terus dicatatkan batik sebagai warisan budaya,” tambahnya.

Robinson Sinaga selaku Direktur Fasilitasi KI Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyampaikan bahwa batik harus dilestarikan mulai dari sejarahnya. Untuk penggunaan kata batik di internasional sendiri tidak ada salahnya karena tidak menyalahi hukum.

“Malah kata batik perlu dipromosikan agar semakin terkenal batik Indonesianya," ujar Robinson.

Adapun, pelindungan terhadap warisan budaya takbenda diatur pada Konvensi Internasional Pelindungan Warisan Budaya Takbenda Manusia tahun 2003 (Convention for Safeguarding Intangible Culture Heritage Humanity 2003) di pasal 2 ayat 1.

Definisi Warisan Budaya TakBenda adalah berbagai praktek, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan: serta instrumen - instrumen, objek, artefak dan lingkungan budaya yang terkait meliputi berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksi mereka dengan alam, serta sejarahnya, dan memberikan mereka makna jati diri dan keberlanjutan untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan kreatifitas manusia.

Sebagai Informasi, menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) Batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam (lilin) pada kain, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu atau biasa dikenal dengan kain batik.

DJKI terus mendukung pelestarian batik dan berusaha melindungi Kekayaan Intelektual Komunal serta Indikasi Geografis dari batik Indonesia, bagi masyarakat, pengrajin maupun pemerintah daerah yang ingin mengajukan pelindungan.

Adapun stakeholder yang hadir terdiri dari perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenparekraf, Badan Riset Inovasi Nasional, yayasan batik, Komunitas serta Museum Batik Nasional. (dms/ver)



LIPUTAN TERKAIT

Pelindungan Merek sebagai Strategi Pengembangan Usaha

Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Anggoro Dasananto memberikan kunci peningkatan nilai produk untuk para pengusaha utama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya penting bagi UMKM paling tidak untuk mendaftarkan merek dagang atau jasa mereka.

Kamis, 16 Mei 2024

DJKI Dukung Pameran Inabuyer B2B2G Expo 2024

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) jemput bola dengan membuka layanan booth konsultasi kekayaan intelektual (KI) dalam kegiatan Inabuyer B2B2G Expo 2024 yang diselenggarakan di Gedung Smesco Jakarta

Rabu, 15 Mei 2024

Inventor Aceh Manfaatkan Kesempatan Asistensi secara Langsung

Kegiatan Patent One Stop Service bertujuan mempertemukan pemeriksa dengan inventor. Kebanyakan para inventor selama ini merasa bagian yang paling sulit ialah drafting, terutama terkait klaim paten. Dessy Emril selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan POSS yang diadakan di Aceh ini. Ia berencana akan mendaftarkan dua permohonan paten. Namun belum memiliki pengalaman dalam membuat drafting paten. Sehingga ia merasa bersemangat menghadiri kegiatan ini.

Rabu, 15 Mei 2024

Selengkapnya