Depok – Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum menggelar kegiatan Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN TK II) Angkatan XIV Tahun Anggaran 2025, di Auditorium BPSDM Hukum, Depok, Jawa Barat, Jumat 17 Oktober 2025.
Acara ini menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran selama 107 hari atau setara 923 jam pelajaran, yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kemenkum serta kementerian dan lembaga lain. Dalam kegiatan ini, turut diberikan Surat Pencatatan Ciptaan kepada lima peserta teristimewa sebagai bentuk apresiasi atas proyek perubahan yang dihasilkan selama pelatihan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum RI Nico Afinta menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas diri sebagai pemimpin. “Seorang pemimpin harus terus melatih diri, membentuk jati diri, dan meningkatkan pengetahuan serta pengalaman. Tiga hal ini adalah kunci dalam menjalankan tugas dengan integritas dan ketangguhan,” ujar Nico.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital yang menjadi tema besar pelatihan tahun ini sejalan dengan reformasi hukum yang tengah dijalankan oleh Kementerian Hukum. “Kementerian Hukum memiliki peran penting dalam mewujudkan transformasi digital di bidang hukum untuk meningkatkan pelayanan publik. Karena itu, peserta PKN TK II harus menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing,” lanjutnya.
Nico juga memberikan pesan agar para peserta terus membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungannya. “Keberhasilan tugas sangat ditentukan oleh seberapa sering dan seberapa baik kita berkomunikasi dengan para stakeholder. Pemimpin tidak bisa maju tanpa dukungan orang-orang di sekelilingnya,” tutupnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan peserta menyelesaikan pelatihan selama empat bulan. Ia menilai para peserta telah “lahir kembali” sebagai pemimpin yang lebih tangguh dan berkarakter.
“Hari ini bukan sekadar kelulusan, tetapi kelahiran kembali para pemimpin yang telah melewati proses panjang dengan penuh kesungguhan. Jabatan mungkin sama, tapi kompetensi dan perilaku harus jauh lebih baik,” ungkap Tri Widodo.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya soal kekuasaan atau pengetahuan, melainkan harus dilandasi oleh cinta dan kesadaran penuh. “Kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang berbasis cinta dan mindfulness. Pemimpin harus hadir dengan kesadaran penuh untuk memberi manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelatihan Teknis Kepemimpinan BPSDM Hukum, Mutia Farida, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dengan metode blended learning terbatas, dimulai sejak 17 Juni hingga 17 Oktober 2025.
“Sebanyak 60 peserta dinyatakan lulus, dengan 14 orang berpredikat sangat memuaskan dan 46 lainnya berpredikat memuaskan. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan ini,” ujar Mutia.
Ia menambahkan, selain kegiatan pembelajaran, para peserta juga melaksanakan kunjungan kepemimpinan ke beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan untuk memperluas wawasan manajerial dan kolaboratif lintas instansi.
Kegiatan pelepasan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nico Afinta dan Kepala BPSDM Gusti Ayu Putu Suwardani serta penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan kepada lima peserta teristimewa sebagai simbol integrasi antara inovasi kebijakan dan pelindungan hak kekayaan intelektual yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu. (CRZ/GWP)
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum kembali mempertemukan inventor dengan dunia industri dalam hari kedua Innovation Pitching Day sebagai bagian dari Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada 8 Oktober 2026 di Gedung DJKI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para inventor untuk memperkenalkan hasil penelitian dan invensinya kepada industri sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Kamis, 8 Oktober 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum melalui Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), dan Rahasia Dagang (RD) menggelar Innovation Pitching Day sebagai bagian dari rangkaian Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini mempertemukan inventor dengan pihak industri untuk mendorong pemanfaatan dan hilirisasi invensi di bidang Energi Baru Terbarukan, Pertahanan dan Keamanan, Obat dan Kosmetik, serta Pupuk dan Pertanian.
Rabu, 7 Oktober 2026
Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menggelar sidang terbuka untuk tiga permohonan banding paten yang diajukan oleh GENTING TAURX DIAGNOSTIC CENTRE SDN BHD dan Qualcomm Incorporated pada 6 Oktober 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Ketiga perkara tersebut masing-masing tercatat dengan Nomor Registrasi 32/KBP/X/2025, 43/KBP/X/2024, dan 44/KBP/X/2024.
Selasa, 6 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026