Jakarta – Banyak pemohon desain industri tidak menyadari adanya notifikasi kekurangan dokumen dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI, yang berakibat permohonan tertunda bahkan dianggap ditarik kembali. Padahal, perbaikan bisa dilakukan dengan cepat melalui sistem daring tanpa harus mengulang pendaftaran dari awal. Agar permohonan desain industri tidak tertunda atau gugur, pemohon wajib mengetahui langkah cepat dalam merespons kekurangan tersebut.
Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Agung Damarsasongko menekankan bahwa transparansi sistem digital saat ini memungkinkan pemohon untuk melengkapi dan memperbaiki data tanpa harus mengulang proses dari awal.
"Kekurangan dokumen biasanya terjadi pada kualitas gambar yang kurang jelas atau ketidaksesuaian surat-surat lampiran. Kuncinya adalah memeriksa aplikasi secara berkala dan respons cepat melalui aplikasi agar permohonan tidak dianggap ditarik kembali," ujar Agung saat ditemui di Kantor DJKI Kamis, 29 Januari 2026.
Pertama, jika kekurangan berupa gambar, pemohon perlu memastikan Gambar Desain memiliki kualitas tinggi dan terlihat tajam; seluruh sudut pandang mulai dari tampak depan, belakang, samping, atas, bawah, hingga perspektif harus tersedia dengan jelas tanpa gangguan latar belakang.
Sebelum mengakses aplikasi, langkah penting yang harus dilakukan pemohon adalah menyiapkan dokumen perbaikan dalam format digital (PDF/JPG) sesuai instruksi yang tercantum pada surat kekurangan.
Kedua, perhatikan kelengkapan Surat Pernyataan, Surat Pengalihan Hak, Surat Kuasa (jika menggunakan kuasa) dan lampiran dokumen lainnya. Dokumen ini wajib dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani oleh seluruh pihak terkait untuk menjamin keabsahan hukumnya. Terakhir, pemohon harus menyertakan Surat Pengantar, yaitu sebuah surat yang menjelaskan bahwa kekurangan dokumen telah dilengkapi sesuai dengan nomor permohonan yang sedang diproses.
Kemudian berikut adalah langkah-langkah teknis melakukan unggah susulan melalui laman desainindustri.dgip.go.id:
Login ke Akun: Gunakan akun yang sama saat melakukan pendaftaran awal.
Cek Status Permohonan: Masuk ke menu 'Permohonan Saya' dan cari nomor permohonan yang berstatus 'Formalitas' atau 'Menunggu Tanggapan'.
Pilih Menu Aksi: Klik pada ikon detail atau tombol 'Tanggapi Kekurangan'.
Unggah Dokumen Baru: Masukkan file perbaikan pada kolom yang telah disediakan oleh sistem. Jika diminta memperbaiki gambar, unggah file gambar terbaru yang sudah dikoreksi.
Kirim: Setelah semua file dipastikan benar, klik 'Kirim Tanggapan'.
Pemohon diberikan waktu 3 bulan untuk merespons laporan kekurangan. Jika melebihi batas waktu tersebut, permohonan dianggap ditarik kembali dan biaya yang sudah dibayarkan akan hangus.
Oleh karena itu, sangat disarankan bagi pemohon untuk secara rutin memeriksa email atau log-in ke dashboard aplikasi secara berkala setelah mengajukan permohonan. Dengan ketelitian dalam melengkapi persyaratan, proses dari pemeriksaan administratif hingga pemeriksaan substantif dapat berjalan lebih efisien, mempercepat terbitnya sertifikat Desain Industri sebagai perlindungan hukum bagi Pemohon.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus mematangkan penyusunan Rancangan Peraturan Menteri Hukum (Permenkum) tentang Tata Kelola Royalti di Bidang Hak Cipta. Hal ini masih dilakukan sebagai upaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan para pencipta melalui sistem royalti yang lebih transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Senin, 7 September 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menyosialisasikan pelaksanaan Indonesia Patent Awards 2026 kepada konsultan kekayaan intelektual (KI) dalam pertemuan daring pada 3 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan mekanisme dan kategori penghargaan yang akan diberikan dalam ajang apresiasi paten tersebut.
Kamis, 3 September 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum mendorong peningkatan kesadaran perempuan untuk melakukan deteksi dini dan vaksinasi sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Upaya tersebut dilakukan melalui seminar kesehatan bertema “Sayangi Dirimu: Deteksi Dini dan Vaksinasi untuk Hidup Lebih Sehat, Perempuan Berdaya, Bebas Kanker Serviks” yang digelar di Aula Niko Kansil, Lantai 8 Gedung DJKI, Selasa, 1 September 2026.
Selasa, 1 September 2026
Jumat, 11 September 2026
Kamis, 10 September 2026
Kamis, 10 September 2026