DJKI Bekali Pegawai Menuju Pensiun yang Berkualitas

Bandung - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar Kegiatan Pembekalan Persiapan Masa Pensiun Pegawai Tahun 2026 di eL Hotel Bandung pada 2 - 6 Juni 2026. Kegiatan bertema “Pengabdian Dalam Dimensi Baru, Sehat, Bahagia dan Sejahtera” ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari calon purnabhakti, purnabhakti, perwakilan unit kerja terkait, tenaga kesehatan, dan pegawai DJKI. 

Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Tessa Harumdila mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk perhatian institusi terhadap pegawai yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun dalam mendukung pelayanan publik di bidang kekayaan intelektual. Menurutnya, persiapan pensiun perlu dilakukan sejak dini agar pegawai dapat menjalani masa transisi dengan lebih siap dan optimis.

“Pensiun bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian. Justru masa pensiun menjadi gerbang menuju dimensi baru kehidupan yang dapat diisi dengan berbagai aktivitas positif, produktif, dan membahagiakan. Dengan persiapan yang matang, masa pensiun dapat menjadi fase kehidupan yang sehat, bahagia, dan sejahtera,” ujar Tessa dalam sambutannya pada Selasa, 2 Juni 2026.

Lebih lanjut, Tessa menjelaskan bahwa perubahan dari rutinitas pekerjaan menuju masa purna tugas memerlukan kesiapan yang matang, baik dari aspek mental, sosial, maupun finansial. Tidak sedikit pegawai yang menghadapi perubahan pola hidup dan tantangan psikologis ketika memasuki masa pensiun. Oleh karena itu, pembekalan sejak dini dinilai penting agar masa transisi dapat dijalani dengan lebih tenang, optimistis, dan terarah.

Selain kesiapan mental, Tessa menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam menikmati masa pensiun. Menurutnya, kesehatan fisik dan mental yang baik akan memungkinkan para purnabhakti tetap aktif berkegiatan, berinteraksi dengan masyarakat, serta menjalankan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia Sariman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian organisasi terhadap pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Pembekalan tidak hanya mencakup informasi mengenai hak dan manfaat pensiun, tetapi juga memperkuat kesiapan psikologis, kesehatan, dan perencanaan aktivitas produktif setelah purna tugas.

“Kami berharap para peserta dapat mempersiapkan masa pensiun secara lebih terencana, baik dari aspek kesehatan, keuangan, maupun kegiatan yang akan dijalani setelah purna tugas. Dengan demikian, masa pensiun dapat menjadi fase yang tetap produktif dan bermakna,” ujar Sariman

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang berasal dari instansi terkait dan praktisi. Materi yang diberikan meliputi program Taspen dan hak-hak pensiun pegawai, kesehatan fisik dan mental menjelang pensiun, motivasi dan persiapan psikologis, peluang usaha dan kemandirian ekonomi pascapensiun, hingga sesi berbagi pengalaman bersama para purnabhakti DJKI. Peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke pelaku UMKM guna memperoleh gambaran peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah pensiun.

Melalui kegiatan ini, DJKI berharap para calon purnabhakti dapat menjalani masa pensiun dengan lebih terencana, sehat, produktif, dan sejahtera, serta tetap memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sesuai pengalaman dan kompetensi yang dimiliki.

 



LIPUTAN TERKAIT

DJKI Fasilitasi Diskusi WIPO dan LMKN untuk Perkuat Tata Kelola Royalti dan Ekosistem Hak Cipta

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) memfasilitasi pertemuan antara World Intellectual Property Organization (WIPO) dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) di Jakarta pada 12 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan hak ekonomi pencipta, tata kelola royalti, serta berbagai praktik internasional dalam mendukung ekosistem hak cipta.

Jumat, 12 Juni 2026

Kemenkum Serap Aspirasi Masyarakat untuk Tingkatkan Layanan Kekayaan Intelektual

Kementerian Hukum terus membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap masukan, aduan, dan evaluasi terhadap layanan hukum yang diberikan. Melalui program PASTI Ada Solusi yang digelar secara hybrid dari Lobi Kementerian Hukum, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026, masyarakat dapat menyampaikan secara langsung berbagai persoalan dan usulan perbaikan layanan kepada jajaran pimpinan Kementerian Hukum, termasuk Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Jumat, 12 Juni 2026

DJKI Terima Audiensi PP Muhammadiyah, Bahas Penguatan KI di Lingkungan Pendidikan

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menerima audiensi perwakilan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di gedung DJKI pada 11 Juni 2026. Agenda tersebut bertujuan membahas peluang kerja sama dalam penguatan ekosistem kekayaan intelektual (KI) di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Kamis, 11 Juni 2026

Selengkapnya